Indonesian National CommitteE on irrigation and drainage (inacid) / Komite Nasional indonesia untuk irigasi dan drainase (kni-id)

a field of green grass with mountains in the background with Mount Bromo in the background

ICID Dorong Smart Irrigation Management dan Inovasi Pengelolaan Air Global Tahun 2026

International Commission on Irrigation and Drainage terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pengelolaan air pertanian berkelanjutan melalui berbagai kegiatan internasional sepanjang tahun 2026. Fokus utama organisasi ini meliputi peningkatan efisiensi penggunaan air, penerapan teknologi irigasi modern, serta penguatan ketahanan terhadap perubahan iklim.

Webinar Smart Irrigation Management

Sebagai bagian dari rangkaian Technical Webinar Series, ICID menyelenggarakan webinar keenam bertema “Bringing Together Technology, Innovation & People to Enhance Water Efficiency” pada 16 April 2026.

Webinar ini menghadirkan berbagai pembahasan strategis terkait:

  • Evolusi infrastruktur irigasi di India

  • Efisiensi penggunaan air

  • Sistem irigasi berkelanjutan

  • Otomasi dan integrasi SCADA

  • Keterlibatan petani dalam pengelolaan irigasi modern

Salah satu sorotan utama dalam webinar tersebut adalah implementasi Kundalia Irrigation Project di Madhya Pradesh, India. Proyek ini menjadi contoh transformasi pengelolaan irigasi berbasis teknologi dengan memanfaatkan:

  • Data satelit inframerah termal

  • Monitoring kelembapan tanah

  • Penjadwalan irigasi ilmiah

  • Integrasi sistem SCADA

  • Distribusi air berbasis kebutuhan (on-demand irrigation)

Melalui pendekatan tersebut, distribusi air menjadi lebih presisi, efisiensi penggunaan air meningkat, serta produktivitas pertanian dapat dioptimalkan.

Kolaborasi Internasional untuk Ketahanan Air dan Iklim

ICID juga berpartisipasi aktif dalam konferensi internasional bertajuk “ESG Transversality for Sustainable Water, Energy, Health & Environment Nexus” yang diselenggarakan di New Delhi, India.

Dalam kegiatan tersebut, ICID bekerja sama dengan International Water Management Institute dan Vassar Labs untuk mengadakan sesi teknis mengenai Smart Irrigation Management.

Diskusi difokuskan pada:

  • Ketahanan iklim

  • Tata kelola sumber daya air

  • Pengembangan teknologi pengelolaan air

  • Pendekatan pembangunan berkelanjutan

  • Integrasi inovasi digital dalam sektor irigasi

Selain itu, Sekretaris Jenderal ICID, Dr. R.K. Gupta, menerima penghargaan Leadership Award 2026 atas kontribusinya dalam pengembangan inovasi dan teknologi sektor pengelolaan air.

Pembukaan Nominasi Penghargaan ICID 2026

ICID secara resmi membuka nominasi berbagai penghargaan internasional untuk tahun 2026, antara lain:

  • World Heritage Irrigation Structures (WHIS)

  • Best Performing National Committee (BPNC)

  • Best Performing Workbody Award (BPWA)

  • WatSave Awards 2026

Penghargaan tersebut bertujuan memberikan apresiasi terhadap inovasi, konservasi air, dan praktik terbaik dalam bidang irigasi dan drainase di tingkat global.

ICID Digest: Ajakan Berbagi Pengetahuan

ICID juga mengundang para ahli, profesional, akademisi, dan industri untuk berkontribusi dalam publikasi ICID Digest melalui artikel teknis terkait:

  • Konservasi air

  • Smart irrigation

  • Artificial Intelligence (AI)

  • IoT dan sensor

  • Pengelolaan banjir dan kekeringan

  • Daur ulang air

  • Pengelolaan sumber daya air terpadu

Publikasi ini diharapkan menjadi media pertukaran pengetahuan global dalam mendukung pengelolaan air yang berkelanjutan.

Agenda Internasional Mendatang

Beberapa agenda penting ICID pada tahun 2026–2027 meliputi:

  • Second Indo-Global Irrigation Summit 2026 di New Delhi, India

  • 26th ICID Congress & 77th IEC Meeting di Marseille, Prancis

  • Workshop internasional terkait:

    • Water-Energy-Food Nexus

    • Coastal Irrigation

    • Groundwater Management

    • Women in Water Governance

  • 5th World Irrigation Forum (WIF5) di Beijing, China tahun 2027

Tema utama kongres internasional ICID tahun 2026 adalah:
“Water and Agricultural Resilience in the Face of Climate Change.”

Tantangan Global Pengelolaan Air

Dalam laporan internasional yang disampaikan, disebutkan bahwa sektor pertanian masih menjadi pengguna air terbesar di dunia dengan konsumsi mencapai sekitar 72% dari total penggunaan air global.

Selain itu, perubahan iklim dan peningkatan suhu ekstrem dinilai menjadi ancaman serius terhadap:

Ketahanan pangan

  • Produktivitas pertanian

  • Ketersediaan air

  • Kehidupan masyarakat pedesaan

Karena itu, penerapan teknologi seperti:

  • SCADA

  • Remote sensing

  • Artificial Intelligence

  • Smart irrigation

  • Digital Twin

menjadi solusi penting dalam mendukung efisiensi pengelolaan sumber daya air di masa depan.

INACID/KNI-ID

Together we dedicate our knowledge and skills to improve irrigation and drainage management to support the welfare of the community.

© 2024. All rights reserved.

Contacts

+62 821-2326-6232
inacid.indonesia@gmail.com

Address

Gedung Ditjen SDA Lt.6, Jl. Pattimura No. 20, Selong, Kebayoran Baru, RT.2/RW.1, Selong, Jakarta Selatan, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12110