Indonesian National CommitteE on irrigation and drainage (inacid) / Komite Nasional indonesia untuk irigasi dan drainase (kni-id)

Pelaksanaan 6th Irrigation and Drainage Technology Exchange Tahun 2026

Kerja Sama Indonesia–Jepang Perkuat Modernisasi Irigasi untuk Ketahanan Pangan Nasional

Sumedang–Indramayu–Majalengka, Februari 2026 – Pemerintah Indonesia dan Jepang kembali memperkuat kolaborasi melalui kegiatan The 6th Implementation of Irrigation and Drainage Technology Exchange, forum tahunan kerja sama antara Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) dan Kementerian Pekerjaan Umum Republik Indonesia. Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam upaya modernisasi irigasi guna mendukung ketahanan pangan, air, dan energi nasional.

Policy Dialogue Bahas Strategi Modernisasi Irigasi

Rangkaian kegiatan diawali dengan Policy Dialogue pada 3 Februari 2026 yang membahas arah kebijakan pengelolaan irigasi jangka panjang, digitalisasi sistem, serta penguatan kelembagaan.

Dalam kesempatan tersebut, Direktorat Jenderal Sumber Daya Air menegaskan bahwa irigasi merupakan fondasi utama ketahanan pangan nasional sebagaimana tertuang dalam RPJMN 2025–2029. Strategi yang ditempuh meliputi:

  • Percepatan pembangunan bendungan

  • Rehabilitasi dan pengembangan jaringan irigasi

  • Modernisasi pengelolaan berbasis digital

  • Penerapan teknologi hemat air seperti Irigasi Padi Hemat Air (IPHA)

Pelaksanaan Inpres No. 2 Tahun 2025 tentang percepatan pembangunan serta operasi dan pemeliharaan irigasi juga menjadi langkah strategis, termasuk pengembangan lahan rawa yang berpotensi meningkatkan produksi padi hingga 1,2–2,4 kali lipat.

MAFF Paparkan Kebijakan dan Teknologi Smart Water Management

Perwakilan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF) memaparkan revisi Land Improvement Act dan rencana jangka panjang pengelolaan irigasi di Jepang yang menitikberatkan pada:

  • Pemeliharaan infrastruktur berkelanjutan

  • Mitigasi risiko bencana

  • Penerapan smart agriculture

  • Penguatan kelembagaan pengelola irigasi

Delegasi Jepang juga memperkenalkan teknologi inspeksi dan perbaikan saluran beton berbasis pengukuran tingkat keausan dan kekasaran, serta praktik smart water management yang diterapkan di Tachibai Yousui Irrigation Canal.

Dukungan JICA untuk Strategi Irigasi 2020–2044

Perwakilan Japan International Cooperation Agency (JICA) menjelaskan Program FIDAM sebagai kerja sama teknis dalam penyusunan strategi pengembangan dan pengelolaan irigasi jangka panjang periode 2020–2044 guna mendukung swasembada beras.

Program ini dilanjutkan dengan Pre-Feasibility Study (Pre-FS) di empat wilayah prioritas, yaitu Lampung, Kalimantan Timur, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan. Hasil studi menunjukkan bahwa pengendalian konversi lahan serta pengembangan irigasi baru menjadi kunci dalam menjaga keseimbangan pasokan dan permintaan beras nasional.

Kunjungan Lapangan ke Bendungan Jatigede dan DI Rentang

Sebagai bagian dari pertukaran teknologi irigasi, delegasi MAFF bersama Direktorat Irigasi dan Rawa serta BBWS Cimanuk Cisanggarung melakukan kunjungan lapangan ke Bendungan Jatigede pada 4 Februari 2026.

Selanjutnya, pada 5 Februari 2026, rombongan meninjau sistem pengelolaan air di Daerah Irigasi Rentang Kanan dan Rentang Kiri, termasuk mekanisme operasional Bendung Rentang dalam mendistribusikan air irigasi.

Delegasi juga mempelajari penerapan metode IPHA di Kecamatan Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, serta pengelolaan saluran sekunder dan tersier di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu.

Peran INACID dan Kolaborasi Global ICID

Dalam pertemuan tersebut, INACID memaparkan kontribusinya dalam modernisasi irigasi, capacity building, serta knowledge sharing. Delegasi Jepang turut menekankan peran strategis International Commission on Irrigation and Drainage (ICID) dalam kerja sama global sektor sumber daya air.

Jepang juga menyampaikan rencana pencalonan Prof. Watanabe sebagai Ketua ICID pada Oktober 2026 di Prancis serta mengundang Indonesia untuk berpartisipasi dalam International Water Conference 2027 di Arab Saudi.

Penguatan Kerja Sama Indonesia–Jepang

Kegiatan The 6th Implementation of Irrigation and Drainage Technology Exchange menegaskan pentingnya modernisasi irigasi, digitalisasi pengelolaan, dan penguatan kelembagaan sebagai pilar utama swasembada pangan.

Ke depan, kerja sama antara Direktorat Jenderal Sumber Daya Air dan MAFF akan ditindaklanjuti melalui pertukaran teknis lanjutan di Jepang guna memastikan implementasi teknologi irigasi yang adaptif, efisien, dan berkelanjutan.